Siap Implementasikan ISO 9001 versi 2008

Akhir tahun 2008 yang lalu ISO (International Standard Organization) mengeluarkan standar baru ISO 9001:2008 yang menggantikan ISO 9001:2000. Perusahaan atau instansi yang telah menerapkan ISO 9001:2000 harus melakukan perubahan (upgrade) ke ISO 9001:2008.

Satu tahun sudah Apotek Sari Mulia Banjarmasin menerapkan Standar Manejemen Mutu ISO 9001:2000, kini siap mengupgrade nya menjadi standar 2008 yang lebih ketat.

Berakat dari visi organisasi yang ditetapkan manajemen Apotek Sari Mulia terus berupaya melakukan improvisasi tiada henti dan terobosan dalam rangka memuaskan para pelanggan dengan pelayanan primanya. Hal ini dibuktikan dengan telah diterapkannya Sistem Manajemen Mutu secara totalitas di lingkungan kerja apotek Sari Mulia yang mengacu pada standar internasioanl ISO 9001:2000 sejak Februari 2008 lalu.

Setahun sudah Apotek Sari Mulia mengantongi Sertifikat ISO 9001:2000 yang diberikan oleh Badan Sertifikasi Internasional JAS-ANZ dari Australia, dengan batch nomor sertifikat 30028. Selama kurun waktu ini pula improvivasi dan inovasi terus dikembangkan dengan difokuskan lebih kepada penerapan layanan CARE-nya Apotek Sari Mulia.

"Semakin menantangnya pencapaian standar ini, membuat manajemen berencana dan siap meng-UPGRADE-nya menjadi ISO 9001:2008 pada bulan Mei 2009 mendatang", ungkap General Manajer Apotek Sari Mulia, Andwiyanto Wibowo.

Pengembangan manajemen mutu Apotek Sari Mulia di tahun 2009 akan dikemas pada :

  1. Ketersediaan database pelanggan secara lengkap dan komprehensif menyangkut riwayat penggunaan obat.
  2. Peningkatan mutu pelayanan melalui jaminan waktu pelayanan.

Manajemen Apotek Sari Mulia menyadari bahwa penilaian kualitas dari aspek pelanggan (subyektif) lah yang menjadi tanntangan dunia industri, khususnya farmasi, untuk dapat memenangkan persaingan global, sehingga secara berkesinambungan melakukan pembenahan baik pelayanan maupun SDM nya di evaluasi internalnya setiap dua bulanan. Manajemen Apotek Sari Mulia juga melibatkan pelanggannya dalam memberikan kontrol atas mutu layanannya dengan :

  1. Melakukan survei kepuasan pelanggan dengan kuesioner.
  2. Menyediakan kotak kritik dan saran terhadap pelayanan yang diberikan.

Keterlibatan pelanggan dalam memberikan input dinilai sebagai bentuk partisipastif yang sangat membantu dalam pencapaian sasaran mutu yang didetapkan, terlebih perosedurnya mengacu pada kisi-kisi yang ketat. "Bahkan komplen pelanggan dapat menjadi temuan atas prosedur yang dapat ditindak lanjuti oleh manajemen, kita sangat welcome", timpal Bowo, sapaan kecil GM Apotek Sari Mulia ini.